Thursday, February 23, 2017

AIR ALKALI: EFEK ANTI AGING (PENUAAN DINI) & MANFAATNYA UNTUK KESEHATAN KULIT DAN WAJAH

Oleh: 
dr. Andi Pratama Dharma, Sp.PD 
Dokter Spesialis Penyakit Dalam 
Divisi AntiAging & ERW Centre 
Klinik Interna Medika Karawang

Sejak dulu, para pakar kesehatan telah memahami pentingnya minum air yang cukup untuk kesehatan kulit. Air sangat esensial dalam memelihara kelembaban kulit yang optimal dan mengantarkan nutrisi yang dibutuhkan oleh sel-sel kulit. Minum air dalam jumlah yang cukup dapat menjaga kulit terhidrasi dengan baik, merevitalisasi ulang seluruh jaringan kulit, dan meningkatkan elastisitasnya. Hal ini dapat menghambat tanda-tanda penuaan seperti keriput dan garis-garis penuaan, serta membuat kulit tampak lebih bersinar.

Namun apakah semua jenis air sama baiknya untuk kesehatan kulit?

“The bottom line is, water is not just water. In my opinion, alkaline/ionized water is highly superior to all other drinking waters. It is clean alkaline mineral water that you can make yourself and assists your body in achieving its optimal health.”

(“Yang terpenting adalah, air tidaklah sekedar air. Menurut pendapat saya air alkali terionisasi jauh lebih unggul dibandingkan semua jenis air yang biasa kita minum. Air bersih kaya mineral alkali yang dapat Anda buat sendiri di rumah dan membantu tubuh Anda mencapai kesehatan yang optimal.")

Demikian pendapat seorang dermatologis / dokter spesialis kulit senior di South Carolina Amerika Serikat, Marianne W. Rosen, yang telah berkecimpung di bidangnya selama lebih dari 20 tahun. Lebih lanjut ia mengatakan,

“Saya percaya bahwa air alkali adalah cairan terbaik yang bisa diminum setiap orang. Dengan minum air alkali, Anda membantu sel-sel tubuh Anda membersihkan dan menyembuhkan diri mereka sendiri.”

(Dr. Rosen juga menulis artikel tentang kelebihan air alkali ini, yang bisa dibaca di link berikut ini: http://www.kangenboston.com/downloads/PDF/DoctorReports/HlthBenefits-AlkalineIonizedWater.pdf)

AIR ALKALI & EFEK ANTI-AGING

Karena memiliki manfaat yang luas pada kesehatan secara umum maupun kesehatan kulit secara khusus, tidaklah mengherankan banyak ahli kesehatan yang berpendapat bahwa konsumsi air alkali memiliki efek antiaging, atau efek yang dapat menghambat proses penuaan.

Prof. Mu Shik Jhon merupakan pakar tingkat dunia di bidang water science dari Korea Selatan. Buku terakhirnya yang diterjemahkan ke dalam lima bahasa, “The Water Puzzle and The Hexagonal Key” merangkum lebih dari 40 tahun penelitian di seluruh dunia mengenai kualitas dan struktur air serta manfaatnya pada kesehatan manusia.

Mengenai air alkali, beliau mengatakan:

"As the amount of disordered water in the body increases, survival rate declines. The more alkaline ionized water in the body, the healthier you will be. Several studies support the premise that consuming alkaline water results in a general slowing of the aging process."

(“Bila jumlah cairan buruk di dalam tubuh meningkat, maka kemampuan tubuh untuk bertahan hidup menurun. Semakin banyak air alkali terionisasi di dalam tubuh Anda, maka semakin sehat pula Anda. Banyak penelitian membuktikan bahwa konsumsi air alkali menghambat proses penuaan.”)

Sang Whang, seorang ilmuwan dan penemu sukses dengan banyak hak paten di Amerika Serikat, dalam bukunya “Aging and Reverse Aging” menulis:

“As a result of my study, I discovered the mechanics of the aging process; in other words the hows and whys of physical aging. I was delighted to discover the fact that it was possible to reverse the process. The simplest way? Ionized Water. It only takes drinking 5 glasses of this alkaline rich, oxygenated, acid- free, pH balanced water to remove acid, age producing wastes and start the rejuvenation process. So, the obvious first step to health and longevity is to take action and drink alkaline ionized water. The ageing process is slow and so is the reverse ageing process but perseverance and patience pays off in the end and all it takes is five glasses of ionized water a day.”

(“Dari studi yang saya lakukan, saya memahami mekanisme dari proses penuaan, bagaimana dan mengapa tubuh kita menua. Saya menemukan fakta bahwa proses penuaan tersebut memungkinkan untuk dibalikkan dengan berbagai cara. Cara yang paling mudah? Air alkali terionisasi. Cukup minum lima gelas air yang bersifat alkali, kaya oksigen, bebas asam, ber-pH lebih seimbang untuk membuang kelebihan asam dan sampah akibat proses penuaan dan memulai langkah mengembalikan kemudaan Anda. Proses penuaan bersifat lambat dan begitu pula proses membalikkannya. Namun usaha yang keras dan kesabaran akan terbayar pada akhirnya, dan untuk semua itu hanya dibutuhkan minum lima gelas air alkali terionisasi setiap hari.”)

Harald Tietze, pengarang buku "Youthing" memiliki pendapat yang sejalan dengan Sang Whang, "By drinking alkaline water, the aging process can be reversed and the wastes can be reduced in the long‐term to a level of a much younger person. The functions of the organs can be revived."

("Dengan minum air alkali, proses penuaan dapat dibalikkan, dan sisa metabolisme dapat dikurangi dalam jangka panjang ke tingkat usia yang jauh lebih muda. Fungsi-fungsi organ pun dapat dipulihkan kembali.")

PENELITIAN AIR ALKALI PADA PROSES PENUAAN


Banyak sekali penelitian yang mempelajari mengenai efek air alkali pada antiaging atau proses penuaan.

(Karena dihasilkan melalui proses elektrolisis, air alkali dikenal sebagai Electrolyzed Reduced Water (ERW), dan disebut juga sebagai Hydrogen Rich Water (HRW) karena mengandung banyak ion hidrogen yang memiliki fungsi sebagai antioksidan).

Empat penelitian tentang efek air alkali (ERW/HRW) pada lama hidup dari binatang percobaan:

1. Park, S.K et al. Electrolyzed-reduced water increases resistance to oxidative stress, fertility, and lifespan via insulin/IGF-1-like signal in C. elegans. Biol Res, 2013. 46(2): p. 147-52. 2. Yan, H., et al. Electrolyzed reduced water prolongs caenorhabditis elegans lifespan, in Animal Cell Technology: Basic & Applied Aspects. 2010, Springer Netherlands. p. 289-293. 3. Yan, H. et al. Extension of the Lifespan of Caenorhabditis elegans by the Use of Electrolyzed Reduced Water. Bioscience Biotechnology and Biochemistry, 2010. 74(10): p. 2011-2015. 4. Yan, H., et al. Mechanism of the lifespan extension of Caenorhabditis elegans by electrolyzed reduced water–participation of Pt nanoparticles. Bioscience, Biotechnology, and Biochemistry, 2011. 75(7): p. 1295-9.

Kesimpulan:

  • Electrolyzed-reduced water (ERW) scavenges reactive oxygen species and is a powerful anti-oxidant. A positive correlation between oxidative stress and aging has been proved in many model organisms. ERW increased resistance to oxidative stress, increased lifespan, and increased the number of progeny produced. These findings suggest that ERW can extend lifespan without accompanying reduced fertility, by at least partially modulating resistance to oxidative stress. 
  • ERW menetralisir radikal bebas (senyawa oksigen reaktif) dan merupakan antioksidan yang poten. Hubungan positif antara stres oksidatif dengan penuaan telah dibuktikan di banyak model makhluk hidup. ERW meningkatkan resistensi terhadap stres oksidatif, meningkatkan lama hidup, dan meningkatkan jumlah benih yang diproduksi. Penelitian ini membuktikan bahwa ERW dapat meningkatkan lama hidup tanpa menganggu kesuburan, dengan cara setidaknya memperbaiki resistensi terhadap stres oksidatif.

Penelitian ke-1: 
Han AL et al. Hydrogen treatment protects against cell death and senescence induced by oxidative damage. J Microbiol Biotechnol. 2016.

  • Hydrogen in water suppress ROS, cytotoxicity, the accumulation of β-galactosidase (an indicator of aging), and promote cell proliferation. The accumulation of β-galactosidase and the appearance of abnormal nuclei were inhibited by daily treatment with hydrogen water. When the aging process was accelerated by oxidative stress, the effect of hydrogen water was even more remarkable. This study showed the antioxidant and anti-senescence effects of hydrogen water, which is potentially a potent anti-aging agent.
  • Air kaya hidrogen (HRW) menekan radikal bebas, toksisitas sel, dan akumulasi dari β-galactosidase (yang merupakan indikator proses penuaan), dan meningkatkan proliferasi sel. Akumulasi dari β-galactosidase dan timbulnya inti sel yang abnormal dihambat dengan terapi harian dengan HRW. Ketika proses penuaan dipercepat dengan stres oksidatif, efek dari HRW malah terlihat lebih menonjol. Penelitian ini membuktikan efek antioksidan dan antipenuaan dari air kaya hidrogen, yang memiliki potensi sebagai agen anti aging yang efektif.

Penelitian ke-6:
Hara F et al. Molecular Hydrogen Alleviates Cellular Senescence in Endothelial Cells. Circ J. 2016 Aug 25;80(9):2037-46

  • Substantial evidence indicates that molecular hydrogen (H2) has beneficial vascular effects because of its antioxidant and/or anti-inflammatory effects. Thus, hydrogen-rich water may prove to be an effective anti-aging drink. H2 has long-lasting antioxidant and anti-aging effects on vascular endothelial cells, even after only transient exposure to H2. Hydrogen-rich water may thus be a functional drink that increases longevity.
  • Bukti-bukti yang kuat menunjukkan bahwa molekul hidrogen memiliki efek terhadap pembuluh darah yang menguntungkan karena efek antioksidan maupun anti radangnya. Karenanya, air kaya hidrogen (HRW) dapat digunakan sebagai minuman anti aging yang efektif. Senyawa hidrogen memiliki efek antioksidan yang bertahan lama dan efek anti-aging pada sel endotel pembuluh darah, bahkan setelah hanya terpapar dalam waktu yang singkat (sementara). Air kaya hidrogen karenanya dapat menjadi minum fungsional yang berefek panjang umur.

Penelitian ke-7:
Magro M et al. Alkaline Water and Longevity: A Murine Study. Evid Based Complement Alternat Med. 2016

  • The paper presents a 3-year survival study on a population of 150 mice. Starting from the second year of life, mice watered with alkaline water showed a better survival than control mice. Interestingly, alkaline water provides higher longevity in terms of "deceleration aging factor". Animals belonging to the population treated with alkaline water resulted in a longer lifespan.
  • Karya ilmiah ini meneliti studi ketahanan hidup selama 3 tahun pada 150 tikus percobaan. Sejak tahun kedua kehidupan, tikus-tikus yang mendapat air alkali menunjukkan daya tahan hidup yang lebih baik dibandingkan tikus kontrol. Yang menarik ternyata air alkali lama hidup yang lebih tinggi melalui “perlambatan faktor-faktor penuaan”. Binatang percobaan yang mendapat air alkali memiliki usia yang lebih panjang.

Penelitian ke- 8:
Tomofuji T et al. Effects of hydrogen-rich water on aging periodontal tissues in rats. Sci Rep. 2014 Jul 2

  • Oxidative damage is involved in age-related inflammatory reactions. The anti-oxidative effects of hydrogen-rich water suppress oxidative damage, which may aid in inhibiting age-related inflammatory reactions. The experimental group exhibited lower periodontal oxidative damage at 16 months of age than the control group. Drinking hydrogen-rich water is proposed to have anti-aging effects on periodontal oxidative damage.
  • Kerusakan oksidatif (oleh radikal bebas) berperan penting dalam reaksi inflamasi yang berhubungan dengan usia. Efek antioksidan dari air kaya hidrogen (HRW) menekan kerusakan oksidatif, yang dapat membantu menghambat reaksi inflamasi yang berhubungan dengan usia. Hewan percobaan yang mendapat HRW menunjukkan kerusakan oksidatif periodontal yang lebih rendah mulai usia 16 bulan dibanding kelompok kontrol. Minum air kaya hidrogen memiliki efek anti-aging pada kerusakan oksidatif jaringan periodontal.

PENELITIAN PADA KESEHATAN KULIT


Mesin elektrolisis tidak saja dapat memproduksi air alkali untuk keperluan konsumsi sehari-hari, namun dapat pula menghasilkan air khusus ber-pH sangat tinggi hingga sangat rendah, yang dapat digunakan untuk perawatan kulit. Berikut ini beberapa penelitian ilmiah di PubMed mengenai manfaat air alkali pada kesehatan kulit dan perlindungannya terhadap berbagai efek negatif dari sinar ultraviolet.

Penelitian ke-1:

Kato, S., et al., Hydrogen-rich electrolyzed warm water represses wrinkle formation against UVA ray together with type-I collagen production and oxidative-stress diminishment in fibroblasts and cell-injury prevention in keratinocytes. J Photochem Photobiol B, 2012. 106: p. 24-33.

  • HW significantly suppressed UVA-induced generation of anion radicals. HW-bathing significantly improved wrinkle on 90th day as compared to 0 day. Thus, HW may serve as daily skin care to repress UVA-induced skin damages by ROS-scavenging and promotion of type-I collagen synthesis in dermis.
  • Air alkali yang kaya hidrogen menekan pembentukan radikal bebas akibat paparan sinar ultraviolet, dan penggunaannya terbukti memperbaiki kerut-kerut di wajah setelah 90 hari. Karena itu, HRW dapat digunakan untuk perawatan kuit harian untuk menekan keruasakan kulit yang dipicu sinar ultraviolet, dengan cara menetralisir radikal bebas dan meningkatkan sintesis kolagen tipe 1 di lapisan kulit.

Penelitian ke-2:

Ignacio, R.M., et al., The balneotherapy effect of hydrogen reduced water on UVB-mediated skin injury in hairless mice. Molecular & Cellular Toxicology, 2013. 9(1): p. 15-21.

  • Exposure to UVB radiation induced skin damage that results to increase risk of skin cancer. The bathing with HRW significantly reduced the levels of skin damage, as well as increased activity antioxidant, and decreased the level of inflammatory cytokines. In summary, it is suggesting that HRW bathing would protect UV-induced cell damage. 
  • Paparan radiasi ultraviolet dapat memicu kerusakan kulit yang pada akhirnya meningkatkan risiko kanker kulit. Penggunaan HRW di kulit secara bermakna menurunkan derajat kerusakan kulit, meningkatkan aktivitas antioksidan, dan menurunkan kadar zat-zat pro-inflamasi. Kesimpulannya, penggunaan HRW dapat melindungi kerusakan sel yang dipicu oleh sinar ultraviolet.

Penelitian ke-3:

Yoon, K.S., et al., Histological study on the effect of electrolyzed reduced water-bathing on UVB radiation-induced skin injury in hairless mice. Biological and Pharmaceutical Bulletin, 2011. 34(11): p. 1671-7.

  • We found that UVB-mediated skin injury of ERW-bathing group was significantly low in the early stage of experiment. Consistently, epidermal thickening as well as the number of dermal mast cell was significantly lowered. Collectively, our data indicate that ERW-bathing significantly reduces UVB-induced skin damage, and has a positive effect on acute UVB-mediated skin disorders.
  • Kami menemukan bahwa kerusakan kulit yang dipicu sinar ultraviolet lebih ringan secara bermakna sejak awal penelitian. Penebalan kulit dan jumlah sel radang di kulit juga secara konsisten menurun. Secara keseluruhan, data yang kami peroleh menunjukkan bahwa penggunaan ERW secara bermakna menurunkan kerusakan kulit akibat ultraviolet, dan memiliki efek positif pada berbagai kelainan kulit yang dipicu sinar ultraviolet.

Penelitian ke-4:

Shin, M.H., et al., Atomic Hydrogen Surrounded by Water Molecules, H(H2O)m, Modulates Basal and UV-Induced Gene Expressions in Human Skin In Vivo. PLoS One, 2013. 8(4): p. e61696.

  • Recently, there has been much effort to find effective ingredients which can prevent or retard cutaneous skin aging after topical or systemic use. We observed that application the atomic hydrogen surrounded by water molecules to human skin prevented UV-induced erythema and DNA damage, may prevent UV-induced skin inflammation, and can modulate intrinsic skin aging and photoaging processes.
  • Belakangan, banyak upaya menemukan senyawa yang dapat mencegah atau memperlambat penuaan jaringan kulit, baik secara topikal maupun penggunaan sistemik. Kami mengamati bahwa penggunaan air kaya hidrogen pada kulit manusia mencegah ruam yang dipicu sinar ultraviolet dan mencegah kerusakan DNA, dapat mencegah inflamasi kulit, dan memperbaiki proses intrinsik penuaan kulit maupun proses fotoaging.

Penelitian ke-5:

Ostojic, S.M., Eumelanin-driven production of molecular hydrogen: A novel element of skin defense? Med Hypotheses, 2015. (skin)

  • Molecular hydrogen (H2, dihydrogen) has been recognized as a unique cell protectant against oxidative injuries. It seems that melanin, natural pigment of skin and hair, might produce endogenous hydrogen. The protective role of skin melanin (eumelanin) could be due to its capacity for molecular hydrogen production, that should be considered as a novel element of skin defense system against oxidative stress-related disorders.
  • Molekul hidrogen telah dikenali sebagai pelindung yang unik terhadap kerusakan oksidatif. Melanin, pigmen alami di kulit dan rambut, ternyata dapat memproduksi hidrogen endogen. Fungsi proteksi dari melanin di kulit (eumelanin) mungkin berhubungan dengan kapasitasnya memproduksi molekul hidrogen, yang sudah saatnya dipertimbangkan sebagai elemen penting dalam pertahanan kulit terhadap kelainan yang berhubungan dengan stress oksidatif.

Penelitian ke-6:

Yu, W.T., et al., Hydrogen-enriched water restoration of impaired calcium propagation by arsenic in primary keratinocytes. Journal of Asian Earth Sciences, 2013. 77: p. 342-348.

  • Endemic contamination of water for drinking by arsenic is known to cause several human cancers, including cancers of the skin, bladder, and lungs. Invasive skin cancers can develop after decades of arsenic exposure. This study show that arsenic interferes calcium propagation of skin keratinocytes and hydrogen-enriched water would restore arsenic-impaired calcium propagation. 
  • Kontaminasi endemis air minum oleh senyawa arsenik diketahui menyebabkan berbagai kanker pada manusia, termasuk kulit, kandung kemih, dan paru-paru. Kanker kulit yang invasif dapat timbul puluhan tahun setelah terpapar zat tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa senyawa arsenik mengganggu penyebaran dari ion kalsium dari sel keratin kulit, dan air kaya hidrogen mampu memulihkan gangguan penyebaran ion kalsium akibat senyawa arsenik.

PENUTUP

Sebagai pengantar perpisahan, saya kutip pendapat profesional seorang pakar dunia kesehatan mengenai air alkali ini. Prof. Felicia Drury Kliment, dari City College of City University of New York, aktif menulis di berbagai jurnal kedokteran terkemuka dan merupakan penulis best seller banyak buku kesehatan populer di Amerika.

Mengenai air alkali ini Prof. Kliment menulis, "Setelah melalui percobaan klinis bertahun-tahun dengan hasil sangat positif yang saya lakukan pada beratus-ratus pasien menggunakan cairan alkali (electrolized alkaline water), saat ini merupakan pendapat profesional saya bahwa metode ini akan mengubah cara seluruh penyedia pelayanan kesehatan dan masyarakat luas dalam memandang dan mengelola kesehatan mereka di tahun-tahun mendatang. Saran saya: minumlah air alkali setiap saat kapanpun Anda sempat."

Saran saya: ikutilah saran Prof. Kliment.

“Life is really simple. But we insist on making it complicated.” (Confusius).

Semoga bermanfaat.

Sekilas Info: 
Penulis bertugas di Klinik Khusus Penyakit Dalam Interna Medika Karawang Jawa Barat; konsultan ERW Centre dan Divisi Anti Aging Interna Medika; Enterpreneur dengan fokus utama bidang Properti dan Network Marketing; dan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dengan minat khusus di bidang Preventive Medicine.

https://www.facebook.com/andipratama.dharma/posts/1787055718212537
 "The rule of my life is to make business a pleasure, and pleasure my business".
Aaron Burr

No comments:

Post a Comment

Advertisement