Tuesday, February 21, 2017

PENELITIAN AIR ALKALI UNTUK MENCEGAH & MENGATASI OBESITAS DAN DIABETES (KENCING MANIS)

Dipersembahkan oleh:

dr. Andi Pratama Dharma, Sp.PD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Divisi AntiAging dan ERW Centre
Klinik Interna Medika Karawang




PENGERTIAN dan BATASAN

Overweight (kelebihan berat badan) dan obesitas adalah akumulasi lemak yang abnormal dan berlebihan di dalam tubuh. Organisasi kesehatan dunia (WHO) mendefinisikan kelebihan berat badan sebagai berikut:

  • Overweight bila Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih atau sama dengan 25.
  • Obesitas bila IMT lebih atau sama dengan 30.
(IMT dihitung dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter kuadrat)

Pengukuran lingkar perut atau lingkar pinggang juga dapat dilakukan untuk menentukan ada atau tidaknya obesitas (abdominal atau sentral). Pria dikatakan mengalami obesitas sentral bila lingkar perutnya lebih dari 90 cm dan pada wanita lebih dari 80 cm.

OBESITAS: ANTARA PENAMPILAN dan KESEHATAN

Gaya hidup masyarakat di Indonesia saat ini memicu tingginya angka obesitas. Pola makan tinggi lemak dan tinggi karbohidrat, ditambah kebiasaan jarang olahraga membuat kejadian obesitas semakin tinggi dan terjadi di usia yang semakin muda. Sayangnya, banyak yang menganggap obesitas hanya sekedar masalah penampilan. Padahal, nyatanya tidak begitu. Obesitas memiliki bahaya yang belum disadari oleh sebagian besar orang.

Berat badan yang sedikit berlebih (overweight) hingga obesitas, merupakan salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit berat di kemudian hari. Berikut ini sepuluh statistik bahaya dari kelebihan berat badan:

1. Diabetes atau Penyakit Kencing Manis (Gula Darah). Risiko diabetes meningkat lebih dari 5 kali lipat pada pasien dengan kelebihan berat badan. Sebaliknya, sekitar 50% pasien diabetes sebelumnya juga mengalami kelebihan berat badan.

2. Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi. Risiko hipertensi meningkat hingga 2,5 kali lipat, dan angka kejadian hipertensi 3 kali lipat lebih tinggi pada orang gemuk. Penurunan berat badan 1 kg dapat menurunkan tekanan darah hingga 1 mmHg, yang berkorelasi dengan penurunan risiko jantung dan stroke hingga 10-15%.

3. Kolesterol dan Lemak Darah yang Tinggi. Risiko kadar lemak darah tinggi meningkat hingga 3 kali lipat, dan 40% nya memiliki kadar kolesterol baik (HDL) yang rendah. Menurunkan 5% berat badan saja dapat menurunkan kolesterol, trigliserida, dan meningkatkan kadar kolesterol baik.

4. Penyakit Jantung, Stroke, dan Gagal Ginjal. Risiko stroke meningkat hingga 2 kali lipat, dan 30% pasien gemuk lebih mungkin menderita gangguan ginjal kronis. Sekitar 20% penyakit jantung koroner berhubungan dengan obesitas. Secara tidak langsung, obesitas meningkatkan risiko penyakit berat di atas karena risiko diabetes, hipertensi, dan kolesterol juga lebih tinggi.

5. Kanker. Risiko kanker tertentu meningkat hingga 40%, mulai dari kanker tenggorokan, pankreas, usus besar, payudara, rahim, ginjal, kelenjar gondok, dan kandung empedu. Menurunkan berat badan populasi 1 kg saja diprediksi menurunkan hingga 100 ribu kasus kanker setiap tahunnya.

6. Batu Empedu & Perlemakan Hati. Risiko terbentuk batu empedu meningkat 1,6 kali lipat, dan setiap
penambahan 1 cm lingkar pinggang (lemak perut) meningkatkan risiko perlemakan hati hingga 2 kali lipat.

7. Gangguan Kesuburan & Kehamilan. Wanita yang gemuk 2 kali lebih sering mengalami gangguan ovulasi dan menstruasi dan lebih sulit hamil. Bila hamil pun ia lebih sering menderita tekanan darah tinggi, kenaikan gula darah, keracunan kehamilan, dan keguguran. Pada laki-laki yang kegemukan, penurunan produksi hormon seks lebih sering terjadi, sehingga kesuburannya juga menurun.

8. Rematik Sendi. Kelebihan berat 5 kg saja meningkatkan beban di lutut hingga 30 kg di setiap langkahnya. Orang gemuk 2 kali lebih sering mengalami rematik sendi, bahkan pengapuran di sendi lutut mencapai 5 kali lipat.

9. Aneka Masalah Kesehatan Lain. Pasien gemuk 4 kali lebih sering mengalami gangguan tidur dan mendengkur, 25% lebih sering mengalami depresi, dan lebih mudah mengalami penyakit kulit dan infeksi. Obesitas merupakan faktor risiko utama penyakit maag dan saluran cerna lain, dan risiko banyak penyakit lainnya.

10. Kematian secara Keseluruhan. Penelitian lebih dari 55 tahun menunjukkan obesitas meningkatkan risiko kematian hingga 2 kali lipat, akibat peningkatan kejadian penyakit berat dan penurunan kualitas hidup.
Karena bahayanya bagi kesehatan serta menimbulkan masalah besar pada penampilan dan kepercayaan diri, banyak sekali metode penurunan berat badan yang hadir di pasaran. Kekurangan utama berbagai metode tersebut terutama terletak pada sulitnya mempertahankan berat badan yang ideal dalam jangka waktu yang lama. Hal ini diperberat lagi dengan biayanya yang relatif mahal dan efek samping serta keamanannya bila digunakan dalam jangka panjang.

MANFAAT AIR ALKALI PADA KELEBIHAN BERAT BADAN

Air alkali terbukti pada banyak penelitian dapat menurunkan berat badan pada pasien-pasien overweight hingga obesitas. Biayanya yang relatif murah, tingkat kepatuhan yang tinggi, serta telah terbukti aman dikonsumsi puluhan tahun, membuat minum air alkali dapat menjadi metode penurunan berat badan yang layak untuk dipertimbangkan.

(Artikel mengenai manfaat air alkali dan keamanannya dapat dilihat di link berikut ini:
https://www.facebook.com/andipratama.dharma/posts/1793268440924598)
Pada tulisan ini akan dibahas beberapa penelitian ilmiah mengenai manfaat air alkali pada obesitas.

PENELITIAN KE-1.

Anti-obesity effect of alkaline reduced water in high fat-fed obese mice (Ignacio RM et al. Biol Pharm Bull. 2013;36(7):1052-9.)

Abstract: Whether or not alkaline reduced water (ARW) has a positive effect on obesity is unclear. This study aims to prove the positive effect of ARW in high-fat (HF) diet-induced obesity (DIO) in C57BL/6 mice model. Toward this, obesity was induced by feeding the C57BL/6 male mice with high-fat diet (w/w 45% fat) for 12 weeks. Thereafter, the animals were administered with either ARW or tap water. Next, the degree of adiposity and DIO-associated parameters were assessed: clinico-pathological parameters, biochemical measurements, histopathological analysis of liver, the expression of cholesterol metabolism-related genes in the liver, and serum levels of adipokine and cytokine. We found that ARW-fed mice significantly ameliorated adiposity: controlled body weight gain, reduced the accumulation of epididymal fats and decreased liver fats as compared to control mice. Accordingly, ARW coordinated the level of adiponectin and leptin. Further, mRNA expression of cytochrome P450 (CYP)7A1 was upregulated. In summary, our data shows that ARW intake inhibits the progression of HF-DIO in mice. This is the first note on anti-obesity effect of ARW, clinically implying the safer fluid remedy for obesity control.

Ringkasan:
Penelitian di atas membuktikan air alkali (alkaline reduced water) yang diberikan pada tikus percobaan secara bermakna mampu memperbaiki akumulasi lemak dalam tubuh, mengurangi lemak epididimis, menurukan perlemakan hati, dan mampu mengontrol kenaikan berat badan bila dibandingkan dengan tikus kontrol. Air alkali berkorelasi dengan kadar adiponectin dan leptin yang penting peranannya dalam pengaturan berat badan. Penelitian ini merupakan salah satu bukti ilmiah pertama mengenai efek antiobesitas dari air alkali, yang mendukung penggunaan cairan yang aman secara klinis dalam mengontrol obesitas.

PENELITIAN KE-2.
Molecular hydrogen improves obesity and diabetes by inducing hepatic FGF21 and stimulating energy metabolism in db/db mice. (Kamimura N et al. Obesity (Silver Spring). 2011 Jul;19(7):1396-403)

Abstract: Recent extensive studies have revealed that molecular hydrogen (H(2)) has great potential for improving oxidative stress-related diseases by inhaling H(2) gas, injecting saline with dissolved H(2), or drinking water with dissolved H(2) (H(2)-water). First, we show that hepatic glycogen accumulates H(2) after oral administration of H(2)-water, explaining why consumption of even a small amount of H(2) over a short span time efficiently improves various disease models. Next, we examined the benefit of ad libitum drinking H(2)-water to type 2 diabetes using db/db obesity model mice lacking the functional leptin receptor. Drinking H(2)-water reduced hepatic oxidative stress, and significantly alleviated fatty liver in db/db mice as well as high fat-diet-induced fatty liver in wild-type mice. Long-term drinking H(2)-water significantly controlled fat and body weights, despite no increase in consumption of diet and water. Moreover, drinking H(2)-water decreased levels of plasma glucose, insulin, and triglyceride, the effect of which on hyperglycemia was similar to diet restriction. To examine how drinking H(2)-water improves obesity and metabolic parameters at the molecular level, we examined gene-expression profiles, and found enhanced expression of a hepatic hormone, fibroblast growth factor 21 (FGF21), which functions to enhance fatty acid and glucose expenditure. Indeed, H(2) stimulated energy metabolism as measured by oxygen consumption. The present results suggest the potential benefit of H(2) in improving obesity, diabetes, and metabolic syndrome.

Ringkasan:
Setelah pemberian air yang kaya ion hidrogen (hydrogen rich water, HRW), terjadi akumulasi glikogen di liver. Hal ini dikatakan dapat menjelaskan manfaat HRW pada berbagai model penyakit, walau hanya dikonsumsi dalam jumlah kecil dalam waktu yang singkat. HRW juga terbukti menurunkan stres oksidatif di hati dan perlemakan hati pada tikus percobaan. Bila terus diminum dalam jangka panjang, HRW secara bermakna mampu mengontrol lemak dan berat badan, menurunkan gula darah, insulin, dan kadar trigliserida. HRW memperbaiki obesitas dan parameter metabolik lain pada tingkat molekuler, dengan meningkatkan ekspresi pada hormon dan enzim di liver yang fungsinya meningkatkan penggunaan asam lemak dan glukosa. Cairan ini juga meningkatkan metabolisme energi yang dibuktikan dengan peningkatan konsumsi oksigen. Hasil penelitian ini mengungkapkan potensi manfaat HRW dalam memperbaiki obesitas, diabetes, dan sindroma metabolik.

PENELITIAN KE-3.
Verification of improving action of mineral water on lipid metabolism in clinical trials. (Higashikawa et al., 2009. In Abstract book of the 7th meeting of the Japanese Society of Preventive Medicine pp. 20)

Description: In a double-blind clinical trial with 100 subjects performed at Hiroshima University from November 2008 to September 2009, when 2 L of Hita Tenryosui water was drunk a day, it was found to have anti-metabolic syndrome effects such as a significant decrease in starved blood sugar levels, blood pressure, total cholesterol, LDL cholesterol, GOT, γ-GTP, and triglyceride levels, arteriosclerosis index, and uric acid levels, and a significant increase in leptin levels, as well as improvement of constipation

Ringkasan:
Pada uji klinis tersamar ganda yang dilakukan pada 100 sukarelawan di Universitas Hiroshima (November 2008 hingga Septemer 2009), terbukti bahwa konsumsi 2 liter air alkali (natural reduced water Hita Tenryosui) setiap hari secara bermakna menurunkan kadar gula darah puasa, kadar trigliserida, kadar kolesterol total, kadar kolesterol LDL, nilai SGOT dan Gamma GT (fungsi liver), kadar asam urat, indeks arteriosklerosis, dan memperbaiki keluhan konstipasi. Dalam hubungannya dengan obesitas, ternyata konsumsi air alkali secara teratur dapat meningkatkan kadar hormon leptin secara bermakna. Hormon leptin merupakan hormon yang berperan penting dalam pengaturan makan dan berat badan, dan peningkatan kadar leptin dihubungkan dengan penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan. Konsumsi air alkali juga dihubungkan dengan peningkatan sensitivitas tubuh terhadap hormon tersebut.

PENELITIAN KE-4.
Effectiveness of hydrogen rich water on antioxidant status of subjects with potential metabolic syndrome-an open label pilot study. (Nakao A et al. J Clin Biochem Nutr. 2010 Mar;46(2))

Abstract: Metabolic syndrome is characterized by cardiometabolic risk factors that include obesity, insulin resistance, hypertension and dyslipidemia. Oxidative stress is known to play a major role in the pathogenesis of metabolic syndrome. The objective of this study was to examine the effectiveness of hydrogen rich water (1.5-2 L/day) in an open label, 8-week study on 20 subjects with potential metabolic syndrome. The consumption of hydrogen rich water for 8 weeks resulted in a 39% increase (p<0 .05="" 13="" 43="" 8="" a="" acid="" an="" and="" antioxidant="" cholesterol="" decrease="" demonstrated="" density="" dismutase="" enzyme="" further="" high="" in="" increase="" lipoprotein="" p="" reactive="" span="" subjects="" substances="" superoxide="" thiobarbituric="" total="" urine.="">HDL-cholesterol from baseline to week 4. There was no change in fasting glucose levels during the 8 week study. In conclusion, drinking hydrogen rich water represents a potentially novel therapeutic and preventive strategy for metabolic syndrome.

Ringkasan:
Sindroma metabolik adalah faktor risiko kardiometabolik yang meliputi obesitas, resistensi insulin, hipertensi, dan dislipidemia (peningkatan kolesterol dan trigliserida). Penelitian di salah satu pusat penelitian di Kanada pada 20 sukarelawan yang mendapat air kaya hidrogen (HRW) selama 8 minggu menyimpulkan bahwa HRW memiliki potensi baik dalam terapi maupun pencegahan dari sindroma metabolik.

PENDAPAT AHLI (EXPERT OPINION)

Seorang dermatologis (dokter spesialis kulit) senior di South Carolina Amerika Serikat, Marianne W. Rosen yang telah berkecimpung lebih dari 20 tahun di bidangnya pernah menulis tentang manfaat air alkali pada berat badan.

"Resent research published in the Journal of Circulation shows that within 5 minutes of drinking 250-500 ml of water, the sympathetic nervous system is activated for more than 90 minutes. This in turn activates “fat burning enzyme”. So for someone trying to lose weight, drinking a glass of water every 1 ½ hours will keep this enzyme activated all day. The bottom line is, water is not just water; and in my opinion alkaline/ionized water is highly superior to all other drinking waters."

"Penelitian terbaru yang diterbitkan di Journal of Circulation menunjukkan bahwa dalam 5 menit setelah minum 250-500 ml air, sistem saraf simpatis akan teraktivasi lebih dari 90 menit. Hal ini akan mengaktivasi "enzim pembakar lemak. Jadi, untuk mereka yang berusaha menurunkan berat badan, minum segelas air tiap 1,5 jam akan mengaktivasi enzim ini sepanjang hari. Fakta pentingnya adalah, air tidaklah sekedar air, dan menurut pendapat saya air alkali terionisasi jauh lebih unggul dibandingkan semua jenis air yang biasa kita minum."

Dr. Robert Young, penulis best-seller yang telah menjual lebih dari lima juta kopi buku-bukunya dalam 29 bahasa mengungkapkan dalam “pH Miracle for Weight Loss” tentang manfaat air alkali.

“Your body can-and will-let go of the excess fat. If your food and drink are alkaline all that acid-binding fat will just melt right off. There will be no need for the body to hold on to it anymore.”

“Tubuh Anda dapat dan akan membuang kelebihan lemak. Apabila Anda membiasakan diri mengkonsumsi makanan dan minuman yang bersifat alkali, semua lemak pengikat kelebihan asam akan terbuang. Tidak ada lagi kebutuhan bagi tubuh untuk mempertahankan kelebihan lemak tersebut.”

PENUTUP
Membiasakan diri minum air alkali setiap hari terbukti dapat menurunkan berat badan pada binatang percobaan maupun pasien-pasien dengan obesitas.

Sebagai metode penurunan berat badan, cara ini sangat efektif dan efisien, karena mudah dilakukan, murah dan ekonomis, dapat diterapkan untuk segala usia, serta aman digunakan hingga puluhan tahun. Karena dapat digunakan untuk jangka panjang bahkan hingga seumur hidup, cara ini dapat pula digunakan sebagai metode mempertahankan berat badan setelah target yang diinginkan tercapai. Selain itu, berbagai manfaatnya yang luas bagi kesehatan membuat metode minum air alkali berpotensi menjadi salah satu cara ideal mengatasi maupun mencegah obesitas sekaligus mencapai derajat kesehatan yang lebih baik di masa yang akan datang.

Semoga bermanfaat.

Sekilas Info:
Penulis bertugas di Klinik Khusus Penyakit Dalam Interna Medika Karawang Jawa Barat; konsultan ERW Centre dan Divisi Anti Aging Interna Medika; Enterpreneur dengan fokus utama bidang Properti dan Network Marketing; dan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dengan minat khusus di bidang Preventive Medicine.

https://www.facebook.com/andipratama.dharma/posts/1787055718212537
"The rule of my life is to make business a pleasure, and pleasure my business".
Aaron Burr

No comments:

Post a Comment

Advertisement