Monday, January 22, 2018

Efek Anti Oksidan dari Air Minum Kaya Hidrogen pada Sindrom Metabolik

Sekilas Tentang Sindrom Metabolik

Banyak para ahli yang mendefinisikan Sindrom Metabolik secara berbeda-beda. Saya mengambil ini dari Wiki karena untuk se kelas Dunia Maya ini,  wiki dapat menjadi bahan bacaan yang lumayan,  sebab para penulis disana juga menggunakan literatur dari sumber buku yang valid. 


Sindrom metabolik, yang kadang dikenal dengan nama lain, adalah kumpulan setidaknya tiga dari lima kondisi medis berikut: obesitas perut, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, trigliserida serum tinggi dan tingkat lipoprotein low-density rendah (HDL). (Wikipedia)

Sindrom metabolik juga dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2. Di Amerika Serikat sekitar seperempat populasi orang dewasa memiliki sindrom metabolik, dan prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia, dengan ras dan etnis minoritas sangat terpengaruh. 

The National Cholesterol Education Programme Adult Treatment Panel III (NCEP ATP III), menginformasikan bahwa prevalensi Sindrom Metabolik pada orang dewasa di Kanada sebesar 19,1 persen, dan diperkirakan satu dari lima orang dewasa menderita Sindrom Metabolik. 

Bagaimana dengan di Indonesia? 

Menurut hasil Penelitian dari Sihombing M, DKK yang Berjudul RISK FACTORS METABOLIC SYNDROME AMONG ADULTS IN BOGORdipaparkan bahwa resiko tinggi terjadinya Sindrom Metabolik pada orang dewasa seiring dengan bertambahnya usia,  namun lebih parahnya lagi jika pada orang yang Obesitas,  resiko ini akan semakin besar. 

Kaitan Obesitas dan Sindrom Metabolik 

Berdasarkan tabel di bawah ini,  tampak sangat jelas bahwa Obesitas memiliki resiko sebesar 7,6 Kali dari pada yang Tidak Obesitas.  Hal ini menunjukkan juga bahwa untuk menghindari Sindrom Metabolik,  perlu upaya untuk mengidealkan berat badan kita. Berikut tabel lengkapnya:

Sindrom metabolik adalah penyakit yang erat kaitannya dengan Kebiasaan hidup terkait gaya hidup, asupan oral hidrogen sehari-hari Berdasarkan air minum mungkin ideal untuk orang tanpa menyulitkan atau mengubah gaya hidup mereka. 

Jadi sangat jelas sekali bahwa disini kita tidak perlu mengubah gaya hidup,  cukup mengubah air minum maka hidup kita akan berubah,  Change Your Water,  Change Your Life. Namun demikian,  jika ingin mendapatkan hasil yang benar-benar maksimal,  kita juga harus mengubah gaya hidup yang beresiko menjadi gaya hidup yang kurang resiko rentan terhadap penyakit. 

Tapi om,  bukan kah orang Sukses itu ialah orang yang Berani mengambil Resiko??? Ya elahh.. Itu sih lain lagi bahasannya kaleee... 

Penyakit metabolik tetap merupakan suatu perhatian serius di berbagai belahan dunia dan orang-orang dengan meta-Sindroma folikel berisiko tinggi mengalami penyakit  kardiovaskular dan pembuluh darah serta diabetes tipe II. 

Berikut Data Jumlah Penderita Sindrom Metabolik di Berbagai Negara menurut The National Cholesterol Education Programme Adult Treatment Panel III (NCEP ATP III):


Dengan pertimbangan berdasarkan data-data di atas,  maka diperlukan bahasan khusus tentang Sindrom Metabolik ini,  karena resiko terjadinya memang sangat tinggi dan mencakup beberapa jenis penyakit. 

Radikal Bebas

Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan satu buah elektron dari pasangan elektron bebasnya, atau merupakan hasil pemisahan homolitik suatu ikatan kovalen. (Wikipedia) 

Radikal bebas dan spesies oksigen reaktif (ROS) berasal dari proses metabolisme penting normal dalam tubuh manusia atau dari sumber luar seperti paparan dari sinar-X, ozon, merokok, polutan udara dan bahan kimia industri. Gangguan keseimbangan antara produksi radikal bebas oksigen (atau beberapa spesies radikal lainnya) dan aktivitas sistem perlindungan antioksidan menyebabkan stres oksidatif. 

Kaitan Obesitas dan Stres Oksidatif

Pada keadaan obesitas terjadi proses inflamasi, lipogenesis yang berlebihan, penghambatan lipolisis, serta meningkatkan apoptosis adiposit. 

Obesitas akhirnya meningkatkan pelepasan Reactive Oxygen Species (ROS) dan akan menyebabkan suatu kondisi yang disebut dengan stres oksidatif. Stres oksidatif adalah keadaan saat jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kemampuan tubuh untuk menetralkannya. 

Pada kondisi stres oksidatif akan menyebabkan kerusakan sel, jaringan atau 
organ yang kemudian bisa memicu terjadinya penyakit-penyakit degeneratif. Simpulan, obesitas memicu proses inflamasi dan kelainan metabolisme yang akan mengakibatkan peningkatan stres oksidatif. Stres oksidatif yang berlangsung lama akan menyebabkan kerusakan sel dan jaringan serta memicu munculnya penyakit-penyakit degeneratif. [JuKe Unila 2015; 5(9):89-93]

Oleh karena itu mengurangi stres oksidatif mungkin memiliki dampak signifikan bagi orang-orang dengan pra-status sindrom metabolik.  Hidrogen telah diidentifikasi memiliki sifat terapi anti-oksidan dengan secara selektif mengurangi ROS sitotoksik di jaringan. 

Tujuan dari penggunaan Air Hidrogen adalah untuk mengurangi dampak dari Sindrom Metabolik,  sehingga akan ada kemungkinan untuk mencegah keadaan yang memperburuk kondisi Pasien. 

Gas Hidrogen

Hidrogen adalah molekul gas, dengan cara menghirup hidrogen mungkin merupakan strategi pengiriman yang mudah. Meski begitu aman pada konsentrasi yang lebih rendah dari ambang batas 4,6% di Udara, penerapan translasi gas hidrogen terhirup adalah terbatas pada fasilitas perawatan medis karena ini adalah gas yang mudah terbakar dan tidak dapat dikelola secara realistis dan aman. 

Cairan yang Mengandung Hidrogen

Asupan berupa cairan yang mengandung hidrogen merupakan sebuah metode penyampaian gas hidrogen yang mudah diterjemahkan ke dalam sel tubuh. Penelitian pada hewan sebelumnya telah mengaitkan konsumsi harian air kaya hidrogen, yaitu dengan cara meminum air yang mengandung atau kaya akan hidrogen dan efeknya terhadap aterosklerosis yang berkurang pada apolipo-protein E tikus, mengurangi nefrotoksisitas pada organ ginjal yang diinduksi dengan cisplatin, peningkatan kekurangan vitamin C pada kasus cedera otak dan mencegah allograft kronis nephro-pathy setelah transplantasi ginjal. 

Asupan oral air yang kaya hidrogen dapat mengurangi stres oksidatif pada subjek manusia dengan potensial sindrom metabolik.

Subjek Penelitian dan Syaratnya

Dua puluh subjek berusa ≥40 tahun, laki-laki (n = 10) dan perempuan (n = 10) adalah terdaftar dari database pasien. Agar bisa lolos, harus diwajibkan subjek satu atau beberapa kondisi berikut: indeks massa tubuh (IMT) antara 25,0 dan 34,9 kg / m2, lingkar pinggang dari ≥100 cm untuk laki-laki dan ≥88 cm untuk wanita, pra- hipertensi (tekanan darah diastolik 80-89 mmHg dan Tekanan darah sistolik 139 mmHg atau lebih rendah), pra-diabetes (glukosa plasma puasa dari 5,2 menjadi 6,9 mmol / L), total kolesterol > 5,18 mmol / L dan / atau low density lipoprotein (LDL)> 2,59 mmol / L. 

Subjek disediakan informed consent tertulis, inklusi dan pengecualian kriteria, riwayat kesehatan dan penggunaan sebelumnya bersamaan obat diperiksa. 

Berat Badan Subyek harus stabil (selama 3 bulan sebelum belajar) dan subyek yang merupakan perokok itu didorong untuk tidak mengubah kebiasaan merokok mereka. Subjek diminta untuk menghentikan produk kesehatan alami lainnya tiga minggu sebelum pengacakan dan selama penelitian dan untuk mempertahankan tingkat aktivitas fisik saat ini dan kebiasaan diet selama penelitian berlangsung. 

Subjeknya juga dikecualikan untuk berpartisipasi jika mereka hamil, menyusui, atau berencana hamil, terdapat hipertensi yang tidak terkendali, atau riwayat penyakit atau kondisi yang didiagnosis termasuk diabetes (Tipe I atau II), penyakit kardiovaskular, kanker, ginjal dan/atau penyakit hati, riwayat gangguan kejiwaan atau penyalahgunaan obat terlarang/alkohol, resep yang digunakan atau produk counter untuk vasodilatasi, disfungsi ereksi, penurunan berat badan, dan/atau hiperkolesterolemia, penggunaan obat anti-koagulan atau telah berpartisipasi dalam percobaan penelitian klinis dalam waktu 30 hari sebelum pengacakan. Penelitian ini dilakukan di KGK Synergize, Inc., London ON Canada. Penelitian dilakukan di accor-dance dengan Good Clinical Practice Guidelines dan the ethical principles of the Declaration of Helsinki  (2000). Pembelajaran protokol dan materi telah disetujui oleh Institutional Review Board Services (Aurora, Ontario), dan semua mata pelajaran memberikan informed consent sebelum berpartisipasi.

Hasil Penelitian ini Sebagai-Berikut:

Sindrom metabolik ditandai dengan faktor risiko kardiometabolik yang meliputi obesitas, resistensi insulin, hipertensi dan dislipidemia. 

Stres oksidatif diketahui memainkan Peran utama dalam patogenesis sindrom metabolik. Tujuan penelitian ini adalah untuk memeriksa efektivitas air kaya hidrogen (1,5-2 Liter/hari) dalam label terbuka, studi 8 minggu pada 20 subjek dengan sindrom metabolik potensial. 

Air kaya hidrogen diproduksi, dengan menempatkan magnesium ke dalam air minum (konsentrasi hidrogen; 0,55-0,65 mM), dengan reaksi kimia berikut; Mg + 2H2O → Mg (OH) 2 + H2. 

Konsumsi Air yang mengandung hidrogen selama 8 minggu menghasilkan peningkatan 39% (p <0,05) pada enzim antioksidan superoksida dismutase (SOD) dan penurunan 43% (p <0,05) pada reagen asam thiobarbiturat (TBARS) dalam urin. 

Selanjutnya, subjek menunjukkan peningkatan 8% dalam kepadatan lipoprotein (HDL) dan penurunan 13% kolesterol total / kolesterol HDL dari awal sampai minggu 4. Tidak ada perubahan kadar glukosa puasa selama penelitian 8 minggu. 

Sebagai kesimpulan: Minum air yang kaya akan hidrogen merupakan terapi terapeutik yang berpotensi dan strategi pencegahan sindrom metabolik.

Sumber Penelitian:


Jurnal Pendukung:



No comments:

Post a Comment

Advertisement