Friday, January 12, 2018

Efek Flokulasi Air Alkali Terelektrolisis pada Pemanenan Mikroalga Laut ; Tetraselmis sp.

Informasi penulis 


  1. Pusat Penelitian dan Ilmu Pengetahuan Ilmiah Internasional Jeju, Institut Sains dan Teknologi Kelautan Korea, Provinsi Pemerintahan Khusus Jeju, 63349, Republik Korea.
  2. Departemen Biologi Laut, Universitas Sains dan Teknologi Korea, Provinsi Pemerintahan Khusus Jeju 63349, Republik Korea. 


Abstrak 


Microalga sebagai sumber energi terbarukan yang menjanjikan untuk produksi biofuel, karena mereka dapat mengubah energi cahaya menjadi energi kimia melalui fotosintesis. 

Namun, pemanenan mikroalga yang hemat biaya tetap menjadi tantangan besar bagi produksi biofuel alga skala komersial. Kami pertama kali meneliti potensi air elektrolitik sebagai flokulan untuk pemanenan Tetraselmis sp.

Alkaline electrolytic water (AEW) diproduksi di katoda melalui elektrolisis air. Ini mengandung ion mineral seperti Na⁺, K⁺, Ca²⁺ dan Mg²⁺ yang dapat bertindak sebagai flokulan. Aktivitas flokulasi dengan AEW dievaluasi melalui kerapatan kultur, konsentrasi AEW, pH medium, waktu pengendapan, dan kekuatan ion. 

Efisiensi flokulasi adalah 88,7% pada 20% AEW (pH 8, 10 menit) dengan konsentrasi biomassa 2 g / L. Konsentrasi biomassa awal dan pH medium berpengaruh signifikan terhadap aktivitas flokulasi AEW. Uji viabilitas sel mikroalga flokulasi dilakukan dengan menggunakan noda Evans biru, dan sel tampak utuh. Selanjutnya, tingkat pertumbuhan Tetraselmis sp. Pada medium flokulasi daur ulang sama dengan laju pertumbuhan medium F / 2 segar. 

Hasil kami menunjukkan bahwa flokulasi AEW bisa menjadi metodologi yang sangat berguna dan terjangkau untuk pemanenan biomassa baru dengan operasi mudah ramah lingkungan pada bagian proses biofuel alga. 

KATA KUNCI: Air elektrolisis alkali; Flokulasi; Pemanenan; Mikroalga laut; Tetraselmis sp.

Sumber:


No comments:

Post a Comment

Advertisement