Tuesday, January 16, 2018

Terapi Air Minum Hidrogen (HRW) Terhadap Stres Oksidatif, Fungsi Hati, dan Viral Load pada Pasien dengan Hepatitis B Kronis


Setiap orang yang menderita suatu penyakit meskipun yang diserang oleh virus hanyalah satu organ saja, namun dampak yang terjadi bisa bermacam-macam sehingga dapat mempengaruhi organ-organ lain yang berhubungan.

Ada beberapa Faktor yang dapat mempengaruhi kerusakan organ,  salah satu di antaranya adalah terjadinya proses oksidasi pada organ tersebut. Bagaimana hal itu bisa terjadi,  mari kita simak:


A. PENGERTIAN SINGKAT

1. STRES OKSIDATIF 
Stres oksidatif merupakan suatu kondisi yang terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dengan sistem pertahanan antioksidan di dalam tubuh (Puspitasari dkk, 2016).

Stres oksidatif adalah keadaan di mana jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralkannya. Akibatnya intensitas proses oksidasi sel-sel tubuh normal menjadi semakin tinggi dan menimbulkan kerusakan yang lebih banyak. Literatur medis membuktikan bahwa stres oksidatif adalah penyebab utama penuaan dini dan timbulnya penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung, alzheimer, dan lain-lain. Stres oksidatif dapat dicegah dan dikurangi dengan asupan antioksidan yang cukup dan optimal ke dalam tubuh. (Wikipedia, https://id.wikipedia.org/wiki/Stres_oksidatif) 

Stres oksidatif di dalam tubuh memiliki target kerusakan pada seluruh tipe biomolekul seperti protein, lipid, dan DNA (Wahyuni dkk, 2008: 124), serta berperan pada proses penuaan dan pemicu terjadinya beberapa penyakit seperti kanker dan penyakit Parkinson (Finaud dkk, 2006: 328). 

Dari ketiga pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Stres Oksidatif dapat terjadi dikarenakan tubuh mengalami kelebihan radikal bebas dimana suplai anti-oksidan yang kurang sehingga tidak mampu menghindari kerusakan pada sel. Hal ini sangat berbahaya kerena bisa menimbulkan penyakit yang tidak diinginkan seperti penyakit Jantung dan kanker. 

Hal yang paling terlihat pada stress oksidatif adalah terjadinya penuaan dini pada tingkat sel baik sebagian organ maupun secara keseluruhan. Untuk menghindari terjadinya Stres Oksidatif maka perlu adanya tindakan preventif yaitu dengan meningkatkan asupan nilai antioksidan di dalam tubuh seperti buah-buahan yang mengandung banyak anti oksidan, salah satunya adalah Kiwi

2. LIVER (HATI) DAN FUNGSINYA 
Hati (bahasa Yunani: ἡπαρ, hēpar) merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi. (Wikipedia, https://id.wikipedia.org/wiki/Hati) 

3. VIRAL LOAD 
Untuk pengertian Viral Load ini cukup saya rangkum saja ya, karena dalam bahasa medis agak menjelimet. Jadi supaya lebih enak memahaminya kita coba pergunakan uraian yang sederhana saja. Viral Load sebenarnya lebih kepada suatu bentuk pengukuran jumlah virus dalam organisme, biasanya di aliran darah, yang dinyatakan dinyatakan dalam partikel virus per mililiter. Viral Load diukur dalam beberapa kasus penyakit seperti HIV dan Hepatitis B ini. 

4. HEPATITIS B 
Hepatitis B adalah virus yang menginfeksi hati. Kebanyakan terjadi pada orang dewasa dalam kurun waktu yang singkat dan kemudian menjadi lebih baik. Ini disebut hepatitis B akut. (https://www.webmd.com/hepatitis/hepb-guide/hepatitis-b-topic-overview) Terkadang virus tersebut menyebabkan infeksi jangka panjang, yang disebut hepatitis B kronis. Seiring waktu, bisa merusak hati Anda. Bayi dan anak-anak yang terinfeksi virus lebih mungkin terkena hepatitis B kronis. Anda bisa terkena hepatitis B dan tidak mengetahuinya. Anda mungkin tidak memiliki gejala. Virus ini hanya membuat Anda merasa seperti terserang flu biasa. Tapi selama Anda terkena virus ini, Anda juga bisa menularkannya ke orang lain. 

Meskipun Hepatitis B sebenarnya adalah nama virus, bukan nama penyakit, namun dalam hal ini, penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B juga disebut sebagai penyakit Hepatitis B, hanya saja ada dua jenis kemungkinan, berdasarkan lama waktu terjangkitnya, jika hanya sebentar berarti Hepatitis B Akut, Jika menderita dalam waktu yang lama, misalnya sudah menahun, maka di sebut Hepatitis B Kronis. 

B. TUJUAN 
Tujuan utama dari penerbitan artikel yang sangat sederhana ini adalah, untuk mengetahui bagaimana melakukan proteksi awal pada organ Hati (Liver) Terutama agar terhindar dari akibatnya yang diantara lain seperti Stres Oksidatif supaya tidak terjadi peningkatan keparahan Hepatitis B Kronis dan kerusakan sel pada organ-organ lainnya. 

Hal ini juga bertujuan agar tindakan protektif / preventif yang dimaksud dapat dilakukan bagi semua orang, jadi tidak hanya oleh professional medis saja, sebab penatalaksanaan ini bersifat sangat umum dan siapa saja boleh untuk menerapkan pada pasien-pasien Hepatitis B yang tentunya akan lebih baik lagi jika berkonsultasi kepada Dokter yang menangani pasien tersebut terlebih dahulu. 

C. HASIL PENELITIAN 
Beberapa waktu yang lalu tepatnya pada Bulan Oktober Tahun 2013 dilakukan Penelitian (Percobaan Acak Terkontrol)  kepada sejumlah 60 pasien yang menderita Hepatitis B. Mereka dibagi menjadi 2 kelompok dengan terapi Hepatitis B standar dan kelompok yang diberikan terapi Air Minum yang mengandung Hidrogen atau Air yang Kaya Hidrogen atau Hydrogen Rich Water atau HRW selama 6 minggu berturut-turut. Bagaimana hasilnya?? Di bawah ini dikutip hasil penelitiannya:

Judul: Pengaruh air kaya hidrogen pada stres oksidatif, fungsi hati, dan viral load pada pasien dengan hepatitis B kronis.

Informasi penulis
1.  Pusat Laboratorium Klinik Rumah Sakit Rakyat Forth Huai'an, Jiangsu, 223002, China; Departemen  Ilmu Selam, Universitas Kedokteran Militer Kedua, Shanghai, 200422, China.

Abstrak

OBJEKTIF:
Untuk mengetahui efek air kaya hidrogen (HRW) terhadap stres oksidatif, fungsi hati dan DNA HBV pada pasien dengan hepatitis B kronis (CHB).

METODE:
Enam puluh pasien dengan CHB secara acak ditugaskan ke kelompok pengobatan rutin atau kelompok perlakuan hidrogen di mana pasien menerima pengobatan rutin sendiri atau tambahan HRW oral (1200-1800 mL / hari, dua kali sehari), selama 6 minggu berturut-turut. Stres oksidatif serum, fungsi hati, dan tingkat DNA HBV terdeteksi sebelum dan sesudah pengobatan. Tiga puluh subyek sehat berfungsi sebagai kontrol.

HASIL:
Bila dibandingkan dengan kontrol, stres oksidatif tampak jelas pada pasien CHB, dan fungsi hati juga mengalami gangguan yang signifikan. Setelah pengobatan, stres oksidatif tetap tidak berubah dalam kelompok pengobatan rutin, namun meningkat secara nyata dalam kelompok perlakuan hidrogen. Fungsi hati meningkat secara signifikan dan DNA HBV berkurang tajam setelah perawatan yang sesuai. Meskipun ada perbedaan yang signifikan dalam stres oksidatif antara dua kelompok setelah perawatan, fungsi hati dan tingkat DNA HBV sebanding setelah pengobatan dan keduanya memiliki kecenderungan membaik.

KESIMPULAN:
HRW secara signifikan mengurangi tekanan oksidatif pada pasien CHB, namun penelitian lebih lanjut dengan pengobatan jangka panjang diperlukan untuk mengkonfirmasi efek HRW pada fungsi hati dan tingkat DNA HBV.

© 2013 Wiley Periodicals, Inc.

D. BUKTI PENDUKUNG LAINNYA

Salah satu bukti pendukung yang kuat adalah pada artikel saya sebelumnya tentang Pencegahan Kerusakan Organ Hati pada Kanker Kolorektal. Hal ini membuktikan bahwa Air Hidrogen memberikan pengaruh yang sangat baik bagi organ Hati sebagai proteksi dini sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah yang dikarenakan oleh penyakit lain maupun paparan terapi obat-obatan yang bereaksi pada organ hati.

Ada lagi Penelitian sebelumnya yaitu pada Juni 2011 lalu yang berjudul: Efek meminum air kaya hidrogen pada kualitas hidup pasien yang diobati dengan radioterapi untuk tumor hati. Para ahli menyimpulkan dalam studi ini bahwa Konsumsi secara harian air kaya hidrogen adalah strategi terapi terapeutik yang berpotensi baru untuk meningkatkan QOL (Quality of Life) Kualitas Hidup setelah paparan radiasi. Konsumsi air kaya hidrogen mengurangi reaksi biologis terhadap stres oksidatif akibat radiasi tanpa mengurangi efek anti-tumor. (PMID: 22146004 PMCID: PMC3231938 DOI: 10.1186/2045-9912-1-11).

Betapa Pentingnya Antioksidan pada Penanganan pasien Hepatitis B ini,  hingga pada bulan November 2011 diteliti lebih lanjut oleh Departemen Penyakit Dalam, Cabang Medis Universitas Texas, Galveston, TX, Amerika Serikat tentang Antioksidan sebagai obat terapeutik untuk penyakit hati. Namun,  pada Studi mereka kali ini digunakan Vitamin E sebagai sumber Antioksidan utamanya. (PMID: 22093324 PMCID: PMC3228367 DOI: 10.1111/j.1478-3231.2011.02604.x)

Dengan kata lain bahwa,  Antioksidan sangat penting bagi penatalaksanaan pada penderita Hepatitis B dan Antioksidan bisa didapatkan dari Air Minum yang Kaya akan Hidrogen. 

Selain itu, masih ada Hasil Penelitian lainnya yang berhubungan dengan Hati dimana Air Minum Hidrogen menjadi alternatif terapi untuk melakukan pencegahan maupun proteksi dini terhadap kerusakan jaringan Hati. Serta masih  banyak lagi Bukti pendukung Air Kaya Hidrogen ini baik berfungsi sebagai Antioksidan maupun sebagai Anti Inflamasi. Berikut beberapa Bukti hasil Penelitian lainnya: 

1. Efek anti-oksidan dan anti-inflamasi dari air kaya hidrogen mengurangi hati berlemak yang diinduksi etanol pada tikus (World J Gastroenterol. Jul 21, 2017; 23(27): 4920-4934 Published online Jul 21, 2017. doi: 10.3748/wjg.v23.i27.4920) 
2. Efek Proteksi Air Hidrogen Pada Kerusakan Ginjal
3. Hydrogen Rich Water for Postharvest Quality
4. HRW for Blood Alkalinity in Prevention of Metabolic Acidosis
5. Peran Pelindung Air HRW pada Mukosa Lambung
6. Efek Air Minum Hidrogen pada Peritonitis
7. Pencegahan Kerusakan Organ Hati pada Pasien dengan Kanker Kolorektal
8. Penelitian Ilmiah Tentang Air Hidrogen pada Penyimpanan Buah Kiwi Pasca Panen


E. PENUTUP

Air Hidrogen biasanya memiliki tingkatan pH yang bervariatif,  Cara Pemberian Terapi Air Minum Hidrogen dapat dimulai dari pH yang rendah terlebih dahulu,  apalagi pada pasien-pasien dengan penyakit yang sudah kronis, tidak boleh langsung minum yang pH tinggi,  jadi,  lebih baik Anda berkonsultasikan hal ini terlebih dahulu kepada Ahli Air Hidrogen Alkali yang ada di Sekitar Anda.

Pemberian awal dapat dimulai dari pH 7 selama 1 minggu,  kemudian apabila respon tubuh baik maka bisa dilanjutkan dengan pH 8,5 selama 2 minggu berikutnya. Selanjutnya dinaikkan lagi ke level yang lebih tinggi yaitu pH 9,0 selama kurang lebih 2 minggu.


Terakhir,  pH 9,5 digunakan secara Kontinyu apabila Pasien sudah semakin membaik. pH air 9,5 adalah nilai tertinggi untuk di Konsumsi,  sebab diatas itu tidak boleh dijadikan sebagai Air Minum,  namun dapat digunakan untuk keperluan lain seperti mencuci buah dan sayuran dengan Air Hidrogen pH 11,5.

Air Minum yang Kaya akan Hidrogen bisa dibuat melalui proses elektrolisis air dengan metode pemanasan pada platinum yang dilalui oleh air, yang kemudian semua ion dan mineral yang terdapat di dalam air minum itu berubah strukturnya menjadi air dengan hidrogen aktif sehingga sifat air biasany menjadi alkali,  itulah kenapa air hidrogen ini dapat diproduksi dengan tingkatan pH yang bermacam-macam,  bisa dengan pH normal maupun menjadi alkaline water.

Bahan pembuatan plat ini sangat banyak didapatkan dipasar global,  namun untuk membuatnya menjadi sebuah mesin elektrolisis air memerlukan teknologi yang sangat mutakhir. 

Beruntung sekali untuk sekarang Kita tidak perlu repot-repot lagi membuat mesin Elektrolisis Air dari plat dan elektroda,  karena saat ini telah ada Mesin Mungil yang sangat canggih yang bisa memproduksi Air Elektrolisis Hidrogen sendiri di rumah kita hanya dengan memencet tombol-tombol yang sudah disetting sesuai dengan kebutuhan orang-orang di seluruh dunia.

Mesin ini pun buatan Jepang,  jadi sudah tidak diragukan lagi bagaimana kualitas air yang dihasilkannya.


Bila Anda membutuhkan informasi lebih lanjut silahkan Kontak orang yang membagikan artikel ini kepada Anda. Tanyakan kepada mereka apakah telah memahami tentang penelitian-penelitian yang dimaksud di dalam artikel ini.

Sumber:

No comments:

Post a Comment

Advertisement